MAKALAH
KEPRIBADIAN MUHAMMADIYAH
Dosen Pengampu : Drs. H. M. Masnuni M. Ro’I, M.Pd.i
Di Susun Oleh :
1.
Riki Santoso 16520021
2.
Galeh Pangestu 165200
FAKULTAS
TEKNIK
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH METRO
T.A
2017/2018
KATA PENGANTAR
Puji
Syukur kami ucapkan kepada Allah SWT, karena kami masih di berikan waktu untuk
menyusun dan menyelesaikan laporan ini.
Dan kami juga berterima kasih kepada Dosen Pembimbing dimana dengan disusunnya
laporan ini akan membuat kami lebih mengetahui bagaimana yang dimaksudkan dalam
Makalah ini.
Adapun
judul yang kami bahas dalam makalah ini ialah “KEPRIBADIAN MUHAMMADIYAH” dan
kami penyusun menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kata sempurna, maka
apa bila terdapat kesalahan ataupun kekurangan dalam penulisan makalah ini,
dengan senang hati kami mengharap kritik dan saran dari pembaca untuk
memperbaiki dan menyempurnakan makalah ini, terima kasih.
Metro,
17 Oktober 2017
Penyusun
DAFTAR ISI
Halaman
Sampul ....................................................................................... i
Kata
Pengantar.......................................................................................... ii
Daftar Isi................................................................................................... iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang.............................................................................. 1
2.
Rumusan Masalah.......................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
3.
Sejarah Perumusan Kepribadian
Muhammadiyah.........................
3
4.
Memahami Kepribadian Muhammadiyah .................................... 4
5.
Sifat Kepribadian Muhammadiyah .............................................. 5
6.
Matan Kepribadian Muhammadiyah............................................. 8
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan.................................................................................... 9
B.
Saran.............................................................................................. 9
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
Tonggak berdirinya Muhammadiyah awalnya
dimulai dari pembacaan kritis terhadap realitas di sekitar. Banyaknya
ketidakadilan dan kebodohan serta pudarnya pemahaman terhadap Islam menggugah
KH. Ahmad Dahlan untuk mengupayakan purifikasi dalam mempertahankan ortodoksi
ajaran Islam dan berorientasi pada gerakan moral, dakwah, dan social. Hal ini ditunjukkan
misi “amar ma’ruf nahi munkar” dan selalu berlandaskan pada Al-Qur’an
dan As-Sunnah.
Di wilayah sosial, Muhammadiyah telah
banyak berperan dalam kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan. Terbukti dengan
didirikannya Rumah Sakit, sedangkan dalam konteks pembangunan pendidikan
bangsa, Muhammadiyah mampu menunjukkan komitmennya sejak awal melalui
pendidikan. Gerakan pendidikan yang dilakukan Muhammadiyah ialah wujud komitmen
Muhammadiyah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memberikan pencerahan
mental kepada bangsa Indonesia.
Secara leksikal, ‘kepribadian’ berasal dari kata ‘pribadi’
yang berarti manusia sebagai perseorangan. ‘Kepribadian’ (dengan imbuhan ke-an)
berarti sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang atau suatu bangsa yang
membedakan dirinya dengan orang lain atau bangsa lain.
Dengan demikian, yang dimaksud dengan Kepribadian
Muhammadiyah adalah rumusan yang menggambarkan hakikat Muhammadiyah, serta apa
yang menjadi dasar dan pedoman amal usaha dan perjuangannya, serta sifat-sifat
yang dimilikinya.
1.
RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah yang akan
dibahas yaitu:
- Apa Kepribadian Muhammadiyah itu?
- Sifat Kepribadian Muhammadiyah ?
- Matan Kerpibadian Muhammadiyah ?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
SEJARAH PERUMUSAN KEPRIBADIAN
MUHAMMADIYAH
Term “Kepribadian Muhammadiyah” ini timbul pada waktu
persyarikatan Muhammadiyah dipimpin oleh Kolonoel M. Yunus Anis pada Periode
1959-1962. Namun, sejak semula term ini
bersala dari uraian KH. Faqih Usman, sewaktu memberikan uraian dalam suatu
latihan yang diadakan Madrasah
Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta. Pada sat itu lamarhum KH. Faqih Usman
menjelaskan bahasa yang ebrjudul “Apa Sih Muhammadiyah itu?”. Kemudian oleh pimpinan PUsat (PP) dimusyawarahkan
bersama-sama. Pimpinan Muhammadiyah Wilayah (PMW) jawa timur (M. Saleh
Ibrahim). Kemudian turut membahasa pula
kasman singodimejo di samping pembawa prakarsa sendiri KH. Faqih Usman.
Dengan demikian, rumusan
“Kepribadian Muhammadiyah” ini
secara yuridis telah disahkan pada
muktamar tersebut.
1.
Apakah
Kepribadian Muhammadiyah Itu ?
Pengertian kepribadian itu sendiri menurut ilmu jiwa
umum di maksudkan sebagai nilai-nilai karakteristik, watak, sikap dan sifat
serta keyakinan dan cita-cita hidup dari seorang atau suatu persyarikatan.
Jadi, dengan kepribadian Muhammadiyah itu, kita dapat mengenal nilai
karakteristik Muhammadiyah, watak dan sikap muhammadiyah, sifat-sifat
muhammadiyah, keyakinan dan cita-cita muhammadiyah. Secara ilustratif,
2.
Dasar
Dan Amal Usaha Muhammadiyah
Dalam
perjuangan melaksanakan usaha menuju tujuan terwujudnya masyarakat islam yang
sebenar-benarnya, dimana kesejahteraan dan kebaikan serta kebahagiaan
luas-merata, Muhammadiyah mendasarkan
segala gerak dan amal usahanya pada
prinsip-prinsip yang tersimpul dalam Muqaddimah Anggaran Dasar yaitu :
1. Hidup manusia harus berdasar tauhid,
ibadah, dan taat ke pada Allah.
2. Hidup manusia bermasyarakat.
3. Memathui ajaran-ajaran agama islam
dengan berkeyakinan bahwa ajaran Islam
itu satu-satunya landasarn kepribadian
dan ketertiban bersama untuk kebahagiaan dunia akhir.
4. Menegakkan dan menujung tinggi agama
islam dalam masyarakat adalah kewajiban seabgai ibadah kepada Allah dan ihsan
kepada kemanusiaan.
5. Ittiba’ pada langkah dan perjuangan
Nabi Muhammad SAW.
6. Melancarkan amal usaha dan
perjuangannya dengan ketertiban organisasi
B.
MEMAHAMI KEPRIBADIAN MUHAMMADIYAH
Memahami kepribadian
muyhammadiyah berarti memahami varian-varian esensial dari persyarikatan
Muhammadiyah. Artinya, dengan memahami kepribadian Muhammadiyah, kita
sebenarnya telah memahami persyarikatan Muhammadiyah secara holistic pada
konteks ini ketika memahami kepribadian
muhammadiyah, maka :
1.
Ia
telah memahami apa sebenarnya
Muhammadiyah. Di sinilah urgensi
kepribadian Muhammadiyah, agar seluruh warga Muhammadiyah memahami
Muhammadiyah dengan sebenar-benarnya.
2.
Karena
Muhammadiyah secara organisasi, sebagai suatu peryarikatan yang beraqidah Islam
dan bersumber pada Al-Qur’an dan as-Sunnah, maka perlu pula dipahami, Islam
yang bagaiamanakah yang hendak ditegakkan dan dijunjung tinggi.
3.
Kemudian
dengan sifat-sifat dan cara-cara yang kita contoh atau kita ambil dari bagaimana sejarah dakwah Rasulullah yang
mula-mula dilaksanakan, itu pulalah yang
kita jadikan sifat gerak dakwah Muhammadiyah, dengan kita sesuaikan pada keadaan dan kenyataan yang kita
ahadapiaa.
C.
SIFAT KEPRIBADIAN MUHAMMADIYAH
Memilik beberapa hal atau aspek yang ada korelasinya
dengan sifat dasar kepribadian merupakan suatu
hal yang lazim. Beberapa aspek
tersebut. Sifat-sifat muhammadiyah antara lain :
1.
Beramal
dan berjuan untuk perdamaian dan
kesejahteraan
Dengan
sifat ini, Muhammadiyah tidak boleh mencela dan mendengki golongan lain.
Sebaliknya, muhammadiyah harus tabah menghadapi celaan dan kedengkian golongan
lain tanpa mengabaikan hak untuk membela diri
kalau perlu, dan itu pun harus dilakukan secara baik tanpa di pengarhui
perasaan aneh.
Peradaban
kedamaian dan kesejahteraan harus berdasarkan pada iman dan amal salih, tauhid yang bersih dan ibadah yang benar.
Kalau umat yang lain mampu mencapai kejayaan peradaban materinya, islam tidak
boleh silau dengan itu dan harus membantu peradaban yang lebih tinggi dan
melintasi zaman dan tempat.
2.
Memperbanyak
Kawan Dan Mengamalkan Ukhuwah Islamiyah
Setiap
warga muhammadiyah, siapa pun orangnya, termasuk para pemimpin dan dainya,
harus memegang teguh sifat ini untuk memperbanyak kawan dan mengamalkan ukhuwah
islamiyah, inilah pada umumnya ceramah atau kegiatan dakwah lainnya yang
dilancarkan oleh dai-dai muhammadiyah dengan gaya sejuk penuh senyum, bukan
dakwah yang agitatif menebar kebencian ke sana kemari.
3.
Lapang
Dada, Luas Pandang Dan Memegang Teguh Ajaran Islam
Lapang
dada atau toleransi adalah satu keharusan bagi siapapun yang hidup dalam
masyarakat, apalagi hidup dalam
masyarakat yang majemuk seperti masyarakat Indonesia. Tanpa sikap lapang dada, kehidupan
akan goncang, dan prinsip Mmeperbanyak kawan tentu berubah menjadi Memperbanyak
musuh. Namun, betapapun dalam berlapang dada, kita tidak boleh kehilangan identitas seabgai
warga Muhammadiyah yang harus tetap meemgang teuh ajaran Islam. Dengan demikian,
sikap kita bebeas, tetapi tetap terkendali.
Pribadi
peradaban yang ketiga adalah memiliki kelapangan dada. Ini adalah tingkatan
ukhuwah paling dasar, yang akan mengangarkan kepada tingkatan tertinggi yaitu
itsar (memeingkan kepentingan orang lain, melebihi dari kepentingan diri
sendiri).
4.
Bersifat
Keagamaan dan Kemasyarakatan
Sifat
kegamaan dan kemasyarakatan sudah merupakan sifat Muhammadiyah sejak lahir.
Sifat ini tidak mungkin terlepas dari jiwa dan raga Muhammadiyah. Mengapa?
Muhammadiyah sejak lahir mengemban misi agama, sedang agama di turunkan oleh
Allah melalui paa nabi-Nya juga untuk masyarakat, yakni untuk memperbaiki masyarakat. Masyarakat adalah
lahan bagi segala aktivitas perjuangan Muhamadiyah.
5.
Mengindahkan
segala hukum, undang-undang falsafah
Muhamadiyah
sebagai satu organisasi mempunyai
sejumlah anggota. Anggotanya adalah warga dari suatu Negara hukum. Hukum Negara mempunyai kekuatan mengikat bagi senepa warga
negaranya. Ini adalah kenyataan, jadi Muhammadiyah mengindahkan semua itu.
6.
Amar
Maruf Nahi Munkar dalam segala lapangan serta menjadi contoh teladan yang baik.
Pribadi
peradaban yang ke enam adalah selalu beramar ma’ruf nahi munkar dalam setiap
aspek hidupan. Bahwkan juga mampu
menjadi teladan (uswah hasanah) bagi semua masyarakat. Salah satu kewajiban
tiap muslim ialah beramar ma’ruf dan bernahi munkar, yakni menyuruh berbuat
baik dan mencegah kemunkaran. Yang di maksud kemunkaran ilah semua kejahatan
yang merusak dan menjijikkan dalam kehidupan manusia. Tanpa adanya amar ma’ruf
dan nahi munkar, tidak aka nada kebikan yang dapat di tegakkan, dan tidak aka
nada kejatahan yang dapat diberantas.
7.
Aktif
dalam perkembangan masyarakat dengan
maksud islah dan perkembangan sesuai dengan ajaran islam
Kapan
pun dan dimana pun, pribadi peradaban utama Muhammadiyah memang harus selalu
aktif dalam perkembangan masyarakat. Sebab tanpa begitu, Muhammadiyah akan
kehilangan peran dan akan ketinggalan oleh sejarah. Tetapi keaktifan
muhammadiyah dalam perkembangan
masyarakat tidak berarti sekedar ikut arus perkembangan masyarakat.
8.
Kerjasama
dengan golongan lain mana pun, dalam usaha menyiarkan dan mengamalkan ajaran
islam serta membel kepentingannya.
Menyiarkan
islam, mengamalkan dan membela kepentingan Islam bukan hanya tugas Muhammadiyah, tetapi juga
tugas semua umat Islam, karena itu, Muhammadiyah perlu menjalin kerjasama
dengan semua golongan umat Islam. Tanpa kerjasama, tidak muham kita melaksanakan
tugas yang berat ini.
9.
Membantu
pemerintah serta kerjasama dengan golongan lain dalam memelihara Negara dan
membangnunnya unutk mencapai masyarakat yang adil dan makmur yang di ridhai
10.
Bersifat
adil serta korektif ke dalam dan keluar dengan bijaksana
Pribadi
utama adalah pribadi yang mampu berbuat adil. Adil adalah mampu meletakkan
sesuatu pada tempat dan waktunya. Allah SWT. Sangat banyak memberikan perintah
untuk sellau berbuat adil, bahkan dalam berbagai kata dan bentuk kalimatnya
dalam sega aspek hidupan.
D.
MATAN KEPRIBADIAN MUHAMMADIYAH
Apakah muhammadiyah itu?
Muhammadiyah
merupakan gerakan islam, maksud geraknya adalah dakwah amar makruf nahi munkar.
Sebuah gerakan yang menalankan tugas amar amakruf nahi munkar, organisasi massa
dan kemasyarakatan, bukan organisasi
politik, sehingga dalam amalnya Muhammadiyah tidak akan terkait dengan politik
praktis.
Tujuan
utama gerakan Muhammadiyah pada masyarakat adalah pola yang bersifat perbaikan,
bimbingan dan peringatan. Masyarakat ini meliptu state, partai politik dan
civil society. Artinya, dakwah kepada masyarakat bersifat perbaikan:
memperbaiki segala sesuatu yang kurang tepat, aqidah atau ibadahnya yang
bersifat taqlid.
Dari
deskripsi tersebut, jelas bahwa persyarikatan Muhammadiyah sangat ketat dalam
mengamlkan dan mengejawantahkan nilai-nilai normative islam yang terkandung
dalam al-Qur’an dan al hadist. Oleh sebab itu, peryarikatan muhammadiyah
mempunyai dasar dan amal usaha, antara lain :
a. Hidup manusia harus berdasarkan
tauhid (mengesakan) Allah, ber-Tuhan beribadah serta tunduk dan taat hanya
kepada Allah.
b. Hidup
manusia itu bermasyarakat.
c. Hanya hukum Allah sebenar-sebenarnya
dapat dijadikan sendi untuk membentuk
pribadi yang utama dan mengatur
ketertiban hidup.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Muhammadiyah hadir dengan kepribadiannya yaitu gerakan
Islam, dakwah amar ma’ruf nahi munkar, dan gerakan tajdid. Inilah yang menjadi
kepribadian Muhammadiyah.
Dengan melaksanakan Dakwah Islam dan Amar Ma’ruf Nahi
Munkar dengan caranya masing-masing yang sesuai, Muhammadiyah menggerakkan
masyarakat menuju tujuannya, yaitu:
“Terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”.
Bagaimanapun cara perjuangan Muhammadiyah untuk mencapai
tujuan tunggalnya, harus berpedoman: “Berpegang teguh akan ajaran Allah dan
Rasul-Nya, bergerak membangun di segenap bidang dan lapangan dengan menggunakan
cara serta menempuh jalan yang diridhai Allah”
B.
SARAN
Setelah membaca makalah karya tulis ilmiah ini diharapkan
para pembaca agar dapat memahami bagaimana Kepribadian Muhammadiyah itu. Selain
itu diharapkan pembaca dapat menerapkan ilmu yang didapat dalam makalah
ini dalam penulisan karya ilmiah ataupun sejenisny
DAFTAR
PUSTAKA
Haedar
Nashir, dkk. 2009. Manhaj Gerakan
Muhammadiyah. Yogyakarta, Suara Muhammadiyah.
Khozin dan
Imam Syaukani (edi). 200. Pembaharuan
Islam:Konsep, Pemikiran dan Gerakan. UMM-Press.
Pimpinan
Pusat Muhammadiyah 1989. Kepribadian,
Keyakinan, dan Cita-cita Hidup, Khittah Perjuangan Muhammadiyah, PP
Muhammadiyah, Yogyakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar